PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN BIJI KACANG HIJAU (Phaseolus vulgaris) DALAM AIR KELAPA TERHADAP KECEPATAN PERKECAMBAHAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada perbanyakan secara generatif, masalah utama yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan biji untuk berkecambah. Hal ini dikarenakan beberapa faktor antara lain keadaan biji (keadaan khusus yang menghambat perkecambahan biji kacang hijau adalah tidak mempunyai endosperm sebagai cadangan makanan pada awal perkecambahan biji), permeabilitas kulit biji, dan tersedianya air di sekeliling biji.

Jika ketiga faktor tersebut tidak mendukung biji untuk melakukan perkecambahan maka biji memiliki kemampuan untuk mengundurkan fase perkecambahannya yang disebut dengan dormansi. Peranan hormon tumbuh di dalam biji yang mengalami dormansi adalah dapat menstimulasi sintesis ribonuklease, amilase dan protease di dalam biji.

Fase akhir dari dormansi adalah fase berkecambah. Permulaan fase perkecambahan ini ditandai dengan penghisapan air (imbibisi) kemudian terjadi pelunakan kulit biji sehingga terjadi hidratasi protoplasma. Setelah fase istirahat berakhir, maka aktivitas metabolisme meningkat dengan disertai meningkatnya aktivitas enzimatik dan respirasi. Di dalam aktivitas metabolisme, gibberellin yang dihasilkan oleh embrio ditranslokasikan ke lapisan aleuron sehingga menghasilkan enzim α amilase. Proses selanjutnya yaitu enzim tersebut masuk ke dalam cadangan makanan dan mengkatalis proses perubahan cadangan makanan yang berupa pati menjadi gula sehingga dapat menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas sel dan pertumbuhan.

Gibberellin yang merupakan senyawa organik penting dalam proses perkecambahan karena dapat mengaktifkan reaksi enzimatik di dalam benih, selain disintesis secara alami dalam biji, juga terkandung di dalam bahan alami salah satunya adalah air kelapa (Bey, 2005). Sehubungan dengan lamanya waktu yang diperlukan biji untuk berkecambah, dan peranan gibberellin dalam memacu perkecambahan biji, begitu juga dengan peran air kelapa dalam perkecambahan maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian giberelin dan air kelapa terhadap perkecambahan biji kacang hijau (Phaseolus vulgaris).

Selengkapnya, download di link berikut ini

http://www.ziddu.com/download/8355627/laporanpenelitian.rar.html

Iklan
    • pischasyifa
    • Juni 10th, 2012

    bermanfaat, saran saya, untuk kedepan tambahkan sumber2 yang lengkap pada setiap keterangan yang di kutip

      • aprilisa
      • Juni 22nd, 2012

      terima kasih atas sarannya… 🙂

        • Lnda
        • Februari 11th, 2013

        hmmm,,
        susah bener pen Leatt sLengkap na,,,
        gagaL muLuu,, 😦
        padhaL buatt pLengkap thesis sy neeyh,,, 😉

    • Lnda
    • Februari 11th, 2013

    hmmm,,
    susah bener pen Leatt sLengkap na,,,
    gagaL muLuu,, 😦
    padhaL buatt pLengkap thesis sy neeyh,,, 😉

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: